Awas, Melakukan bisnis di Depan Tempat tinggal Dapat Dipenjara!

Sarana umum (fasum) serta sarana sosial (fasos) adalah sisi dari permukiman baik di perkotaan ataupun perdesaan. Fasum serta fasos di buat oleh pengembang berdasar pada Undang-undang Nomer 1 th. 2011 mengenai Perumahan serta Lokasi Permukiman (UU 1/2011).  Mengenai sarana umum serta sarana sosial di lokasi perumahan yang disebut diantaranya taman, trotoar, jalan raya, drainase, sanitasi, tempat tinggal beribadah, jaringan listrik, jaringan telephone, balai pertemuan, serta lain sebagainya. Ini Ketentuannya Ini Type Tempat tinggal yang Dapat Didapat dari Program Tapera  Diki Susanto, Manager Keuangan PT. Tegar Sejahtera dari perusahaan pengembang perumahan Griya Damai, menerangkan kalau tiap-tiap pengembang bikin gagasan bangun fasum serta fasos ketika bikin rancangan pembangunan (site rencana) yang telah disesuikan dengan ketetapan izin tempat.  Di mana izin tempat itu adalah turunan dari ketetapan Izin Bangun Bangunan (IMB).

Menurut Diki, sesuai sama izin tempat, pengembang mesti mengambil keputusan 60 : 40 untuk pembangunan dan fasilitas serta prasarana. Besaran untuk fasilitas serta prasarana sendiri sebesar 40% dari luas tanah semuanya.  “Waktu bikin site rencana, pengembang lakukan koordinasi dengan Dinas Tata Ruangan serta Permukiman Pemerintah Daerah. Kami sering berkali-kali merevisi untuk memastikan jumlah unit tempat tinggal serta luasan fasum serta ketetapan fasos di sekitaran, ” kata Diki, Selasa (21/6/2016).  Mesti diapresiasi, atas pengawasan pemerintah daerah yang ketat, pada akhirnya Anda bisa nikmati taman, jalan, penerangan, drainase dan sebagainya yang bisa mendukung kesibukan Anda.

Tetapi sayang, di beberapa perumahan fasum serta fasos digunakan diluar perizinan, seperti membangun tenda jualan.  Syamsudin, warga satu diantara perumahan di Depok, mengeluhkan ruang depan tempat tinggalnya yang dulu berbentuk taman saat ini beralih jadi pangkalan ojek serta warung kaki lima.  Menurut dia, perumahannya dahulu cukup hijau serta mempunyai panorama yang lega. Namun, sejak pangkalan ojek serta warung kaki lima berdiri, ruang depan tempat tinggalnya jadi kumuh. Bahkan juga, pendiri warung itu sering buang limbah di serokan.  “Gara-gara limbah sisa masak mi instan dan sebagainya di buang di serokan, pada akhirnya drainase tak berperan. Kotor serta sering jadi sarang nyamuk. Ini pasti merugikan penghuni yang lain, ” tuturnya.  Anehnya, penghuni lain juga tak kuasa untuk mengusut keadaan ini. Banyak dari mereka yg tidak tahu, apakah aksi memakai fasum serta fasos dengan cara sepihak tidak mematuhi ketentuan atau mungkin tak. Hingga, penghuni lain semakin banyak diam serta tidak paham apa yang perlu dikerjakan.

Prasarana, fasilitas serta utilitas umum yang di bangun oleh perorangan atau tubuh hukum, jadi kesemuanya itu mesti diserahkan pada pemerintah kabupaten/kota. Hal semacam ini sesuai sama ketetapan UU 1/2011 Pasal 47 ayat 4.  Artinya, tiap-tiap orang yang bangun fasilitas serta prasaran oleh perorangan, diharuskan mengantongi izin pemakaian ruangan dari petinggi yang berwenang (sesuai sama UU 26/2007 Pasal 61).  Bila perorangan itu tak mempunyai izin, jadi bisa dipakai sanksi adminitratif atau sanksi pidana. Ketetapan itu berdasar pada UU 26/2007 Pasal 62.  Sanksi pidana berbentuk penjara paling lama 3 th. serta denda paling banyak Rp500 Juta. Bahkan juga lebih fatal apabila mengakibatkan kerugian berbentuk rusaknya barang, pelaku bakal dipidana penjara paling lama 8 th. serta denda paling banyak Rp1, 5 miliar.

Jika Anda temukan pelanggaran penyalah gunaan fasum serta fasos, Diki juga merekomendasikan supaya Anda bekerjasama dengan RT serta RW setempat untuk berbarengan menyapa serta melaporkan pada kelurahan. Kelak, bakal ditindak lanjuti sampai satu tingkat pemerintah daerah.  Diluar itu, Anda dapat juga melaporkan pada website lapor. go. id. Website ini di buat untuk menyimpan nada masukan orang-orang yang gampang dibuka oleh kemetrian/instansi, pemerintah daerah, serta instansi BUMN.  Nah, telah terang bukan? Jadi bila tidak mau ada di jeruji besi, behati-hatilah dalam memakai fasum serta fasos diluar ketetapan. Anda sebagai penghuni yang bijak, telah semestinya sama-sama mengingatkan.